Hai hai!!! Gue balik lagi nih dan masih bahas
mengenai ilmu politik, yaaa berhubung ini tugas, so gue harus bahas lagi😆
Ya, kalo di post sebelumnya gue bahas tentang ruang lingkup studi komunikasi politik, kali ini gue mau bahas tentang
komponen-komponen komunikasi politik. Monggo di simak...
Komunikasi politik adalah komunikasi yang terdapat
dalam suatu sistem politik yang melibatkan aktor-aktor atau aktivis politik
atau politisi yang saling berhubungan satu sama lain menyampaikan pesan-pesan
atau infomasi politik tentang wewenang, kekuasaan maupun kebijakan pemerintah dan
lainnya. Dan Nimmo juga merumuskan komunikasi politik adalah komunikasi yang
bersifat politis berdasarkan konsekuensi dan potensial untuk mengatur manusia
di dalam suatu kondisi konflik.
Berdasarkan rumusannya, Dan Nimmo mengemukakan 5
(lima) komponen yang harus ada dalam proses komunikasi politik, yaitu:
a.
Komunikator
Dalam komponen-komponen proses komunikasi politik,
kamunikator memiliki peran penting untuk menyampaikan pesan-pesan politik. Komunikator
bisa disampaikan oleh personal, kelompok, lembaga, atau negara.
b.
Pesan
Pesan yang disampaikan dalam proses komunikasi
politik bisa berupa pesan kampanye, pesan propaganda, dan lainnya.
c.
Media
Media adalah sarana komunikator politik menyampaikan
pesan. Media yang digunakan bisa melalui pers, media elektronik, media cetak,
dan lain sebagainya.
d.
Khalayak atau Komunikan
Khalayak atau komunikan adalah penerima pesan dari
komunikator politik. Tanpa adanya khalayak, maka proses komunikasi yang
disampaikan oleh komunikator politik akan gagal atau sia-sia.
e.
Efek
Yaitu dampak atau pengaruh yang timbul dari pesan
yang disampaikan oleh komunikator politik, bisa berupa efek persuasif dan
koersif.
Namun menurut pakar komunikasi yang tergabung dalam
The United Anistotelian Description of Communication, komponen komunikasi
terbagi menjadi 10 (sepuluh) komponen, yaitu:
a. Source (komunikator atau sumber)
b. Encoding (proses penyandian)
c. Message (pesan)
d. Channel (saluran atau media)
e. Noise (hambatan)
f. Receiver (komunikan atau penerima)
g. Decoding (proses penerimaan)
h. Receiver response (perangkat reaksi)
i.
Feedback (umpan
balik)
- Salah satu contoh kasusnya di Indonesia adalah kenaikan BBM.
Sikap pemerintah dalam menaikkan harga BBM melalui
persetujuan DPR sering kali terjadi di Indonesia. Pemerintah dengan berbagai
alasan ekonomi negara sering kali menaikkan ataupun menurunkan harga BBM. Pemerintah
memanfaatkan pers ataupun media massa untuk memberitahu kepada masyarakat
mengenai kenaikan harga BBM, karena melalui media massa, pemerintah dapat
memberitahukan kenaikan harga BBM kepada masyarakat dengan cepat. Melalui pesan
yang disampaikan oleh pers atau media massa, masyarakat dapat dengan segera
memberi tanggapan mengenai kenaikan BBM yang sudah diputuskan oleh pemerintah.
Sejauh
ini, komponen-komponen yang terdapat dalam komunikasi politik sudah dipraktekan
secara maksimal oleh para aktor politik. Namun, untuk beberapa kesempatan,
komunikator politik kadang menyampaikan pesan kampanye atau propaganda yang
dapat menimbulkan efek yang negatif di mata masyarakat.
Sekian
pembahasan kita kali ini mengenai komponen-komponen komunikasi politik, semoga
bermanfaat untuk kalian semuaaaa!!!!👋👋👋👋